Tahsin menurut bahasa berasal dari kata "hassana-yuhassinu" yang berarti membaguskan. Nah, ini artinya bahwa kita harus membaca Quran dengan benar dan tepat sesuai dengan contohnya, sehingga originalitas al-Quran tetap terjaga. Jadi, tahsin adalah mengeluarkan setiap huruf-huruf al Quran dari tempat keluarnya dengan memberikan hak dan mustahaknya.Tahsin sering dihubung-hubungkan dengan tajwid karena tahsin dan tajwid sama-sama memiliki arti kata "membaguskan". Ternyata, hukum membaca al-Quran dengan tahsin adalah fardhu kifayah.
Ada 4 macam tingkatan membaca al-Quran sesuai dengan tingkat kecepatannya :
- At-Tahqiq : cara membacanya masih sangat lambat
- At-Tartil : membacanya lambat, tapi sudah mulai menggunakan tajwid yang benar
- At-Tadwir : irama bacaannya sedang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat
- Al-Hadr : membaca dengan cepat dan tetap menggunakan tajwid yang benar
Kira-kira kita masuk ke dalam tingkatan yang mana ya?
Oh iya, karena tahsin dianjurkan juga oleh Rasulullah, maka sudah pasti membaca al-Quran dengan tahsin memiliki keutamaan tersendiri, yaitu:
- Sebagai refleksi keimanan seseorang
Iman kepada kitab adalah salah satu dari rukun iman. Semakin seseorang mengenal al-Quran semakin berimanlah dirinya - Mencapai kualitas terbaik dalam membaca al-Quran
- Mengikuti jejak Rasulullah
Rasulullah telah mengajarkan kita untuk membaca al-Quran sesuai dengan tajwidnya, maka ikutilah :) - Terhindar dari kesalahan dalam membaca al-Quran
- Mencapai kebahagian di dunia dan akhirat dengan membaca al-Quran
Gimana? Banyak kan manfaatnya? Semoga yang membaca tertarik untuk lebih memperbagus bacaan al-Qurannya. Termasuk juga saya sendiri :)
Sekian, ditunggu ya post selanjutnya. Selai kelapa bikin nagih, sampai berjumpa lagi!