Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, November 3, 2014

Indonesia International Book Fair 2014

ASSALAMUALAIKUM!

Beberapa minggu ke belakang dan untuk beberapa minggu ke depan lagi banyak banget pameran loh! Ada Indocomtech 2014, ada Jakarta Fashion Week juga bagi para penikmat fashion. Dan ada satu lagi yang harus banget dikunjungi kayaknya. Ya, IIBF atau Indonesia International Book Fair 2014. Acara ini dibuka pada hari sabtu kemarin, yakni pada tanggal 1 November 2014. Fyi, saya kemarin sudah kesana loh dengan rangkaia perizinan yang Alhamdulillah tidak terlalu sulit ;)

Kali ini IIBF bertemakan Saudi Arabia. Ketika di depan pintu masuk, para pengunjung disajikan dengan kurma dan pin bendera Indonesia-Arab Saudi yang berdampingan. Di lantai 1 terdapat lukisan lukisan. Di lantai 2, terdapat banyak sejarah mengenai islam, ada pula mengenai bangunan-bangunan di Arab. Setelah itu barulah ada pameran yang sesungguhnya.

Ada stand dari Korea, Malaysia, dan negara-negara lainnya. Ada juga stand perpustakaan dari berbagai provinsi di Indonesia. Banyak juga stand dari toko-toko buku dan penerbit buku yang lain. Harganya beragam. Berkisar dari 5000 sampai ratusan ribu. Meskipun tidak banyak, tapi semua buku yang ada mendapatkan diskon minimal 10%.

Oh iya, saya mendapat boneka loh dari stand perpustakaan provinsi DKI Jakarta. Saya mendapat boneka itu dengan menjawab sebuah pertanyaan, "Sebutkan 3 makanan jajan khas DKI!" Lalu, saya dan teman saya menjawab pertanyaan itu dengan baik dan benar.

Pokoknya, tempat ini harus dikunjungi. Oh iya, ada satu yang lupa saya beritahu. Pameran ini terletak di Istora Gelora Bung Karno Senayan. Setelah mengunjungi IIBF, kita bisa juga sekalian mengunjungi pameran motor disana.

Ini pas pertama kali masuk gedung

Di stand perpustakaan DKI Jakarta

Di stand Korea. Dia bisa bahasa Indonesia sedikit haha

Bapak ini adalah yang bertanggung jawab dalam IIBF kali ini loh. Senang bisa foto dengan beliau

Look at their noses ;( Mancung

Yaaaaaaaa, itu dia foto-fotonya. Tertarik kan pastinya buat dateng. Segera dateng ya! Pameran ini masih lumayan lama kok, terakhir tanggal 9 November 2014. Selamat mengunjungi IIBF 2014! :)

Sunday, October 26, 2014

Modus Anomali

Heyhooooooooooo

Malam ini akan berbeda dari malam-malam lain. Saya akan menuliskan review mengenai satu film yang cukup terkenal di Indonesia. Mungkin mayoritas orang sudah pernah menonton film ini, tapi tidak ada salahnya bukan me-review film ini kembali? Yaaa film ini adalah MODUS ANOMALI! Jreng jreng jreng


Judul Film             : Modus Anomali
Sutradara               : Joko Anwar
Produser                : Sheila Timothy
Pemain                  : Rio Dewanto
                                Hannah Al Rashid        Marsha Timothy        Surya Saputra

Rumah Produksi   : Lifelike Pictures
Durasi Film           : 86 menit
Tahun Produksi     : 2012
Genre Film            : Thriller 
Biaya Produksi      : 4 Milyar Rupiah                                                                               
            
Seorang laki-laki ingin menyelamatkan keluarganya ketika sedang berlibur di hutan. Ia menemukan istrinya meninggal terbunuh di dalam sebuah kabin. Ia berusaha mencari anggota keluarganya meski ia juga dikejar oleh pembunuh misterius di hutan. Laki-laki itu menemukan jam beberapa kali dengan bunyi alarmnya ketika mencari anak-anaknya. Kejadian-kejadian aneh pun terus terjadi.
            Di bagian hutan yang lain, ada keluarga dengan dua orang anak laki-laki yang juga sedang berlibur di suatu kabin. Suasana terasa sangat hangat sampai hadir seseorang yang mengaku sebagai tetangga mereka yang justru malah membunuh ayah di keluarga mereka. Ada satu sosok misterius yang sama di dua keadaan ini. Ialah yang menjadi inti dari film ini.
            Film ini adalah garapan sutradara terkenal Joko Anwar. Beliau jugalah yang menjadi penulis skenario dari film ini. Film ini adalah film keempatnya setelah sebelumnya menyelesaikan Janji Joni (2005), Kala (2007), dan Pintu Terlarang (2009). Ia sudah belasan tahun berkutat di dunia perfilman. Tak sedikit juga penghargaan yang berhasil diraihnya, salah satunya yaitu filmnya  mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai film terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.
            Jalan cerita dari film ini memang terlihat biasa saja, namun amat sulit ditebak. Hal itulah yang memancing rasa penasaran saya sebagai penonton. Penonton akan dibuat untuk berfikir lebih keras mengenai rangkaian adegan yang dilakukan oleh Rio Dewanto. Ketika di tengah film, beberapa orang akan berkata, “sepertinya saya telah salah memilih tontonan,” namun di akhir cerita dijamin penonton akan berdecak kagum dengan seluruh rangkaian adegan di film ini.
            Selain itu, juru kamera bisa mengkondisikan dengan amat baik bagaimana penonton agar juga ikut terlibat dalam film tersebut. Ketika pemeran utama, John, sedang berlarian di tengah hutan, penonton juga dibawa seperti sedang ikut berlari bersamanya. Begitu pula dengan lokasi yang dipilih. Meski hanya hutan biasa, lebatnya pohon-pohon di hutan membuat suasana mencekam semakin terasa.
            Rio Dewanto bisa memerankan peran John Evans dengan amat baik. Segala apa yang ia lakukan, apa yang ia pikirkan, bisa tertata dengan baik di layar penonton. Kombinasi dari efek suara juga menambah imajinasi penonton dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Meskipun efek suara telah berhasil menghipnotis para penonton, ada beberapa efek yang sedikit mengecewakan. Salah satunya adalah ketika pemeran utama yang telah kelelahan memuntahkan isi perutnya. Adegan muntah tersebut terlihat kurang natural.
            Ada satu hal yang unik dalam film Indonesia yang satu ini, yaitu seluruh percakapannya menggunakan bahasa Inggris. Ini adalah hal yang jarang terjadi namun berdampak baik bagi perfilman Indonesia agar dapat dikenal dengan lebih baik di kancah internasional. Selain itu, hal ini juga bisa melatih para penonton Indonesia agar lebih mahir berbahasa asing dengan menonton film-film Indonesia, bukan hanya dengan menonton film-film asing.

            Film ini cocok untuk ditonton oleh remaja dan dewasa karena beberapa adegan banyak memperlihatkan kekerasan dan penuh darah sehingga kurang baik jika ditonton oleh anak-anak. Selain itu juga karena menonton film ini butuh pemikiran yang cukup dewasa untuk sampai kepada maksud cerita.

Wuhuuu keren banget kan. Bangga Indonesia bisa memproduksi film sebaik ini. Fyi, ini memang copas tapi copas dari tugas Bahasa Indonesia yang saya buat sendiri. Hehe. Jadi bagi yang belum nonton, film ini ekstra recommended deh buat ditonton. Enjoy!

Monday, September 15, 2014

Orang Sunda Dilarang Nikah dengan Orang Jawa?

Sesuai dengan judul, kali ini saya akan membahas mengenai mitos larangan menikah antara orang Sunda dan orang Jawa.

"Jangan nikah sama orang Jawa, ntar hidupnya gak makmur." Ini kata orang Sunda.

"Jangan nikah sama orang Sunda, ntar hidupnya susah." Ini kata orang Jawa.

Nahyoloh........ Padahal kan masa depan tergantung sama masing masing orangnya ya. Nah ternyata, larangan nikah ini tuh semua berawal dari dendam sejarah.

JRENG JRENG JRENG JRENG

Ya, peristiwa sejarah yang stau ini biasa disebut Perang Bubat. Kenapa Bubat? Karena perang ini terjadi di wilayah Bubat. Jadi ini terjadi pada jaman kerajaan Majapahit. Pada masa itu, raja Majapahit, Hayam Wuruk, ingin memperistri salah satu putri dari kerajaan Sunda yaitu Dyah Pithaloka.

Alasan umum yang dapat diterima adalah Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit. Pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri sebenarnya keberatan, terutama Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati. Ini karena menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu, tidak lazim pihak pengantin perempuan datang kepada pihak pengantin lelaki. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik Majapahit yang saat itu sedang melebarkan kekuasaannya, diantaranya dengan cara menguasai Kerajaan Dompu di Nusa Tenggara.
Linggabuana memutuskan untuk tetap berangkat ke Majapahit, karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Linggabuana berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat.

Gajah Mada yang saat itu adalah teman dekat Hayam Wuruk sekaligus mahapatih terbaik yang dipercaya untuk menerima kedatangan rombongan dari Pajajaran. Namun, karena sumpah palapa-nya (keinginan untuk menyatukan nusantara), Gajah Mada menyangka bahwa kedatangan mereka adalah sebagai bentuk penyerahan diri kerajaan Pajajaran kepada kerajaan Majapahit. Gajah Mada memaksa Hayam Wuruk menerima Dyah Pithaloka buan sebagai pengantin, namun sebagai tanda takluk negeri Sunda kepada kerajaan Majapahit.

Hayam Wuruk yang masih amat bimbang dan kagetpun belum sempat memberikan keputusan, namun Gajah Mada telah mengerahkan pasukannya (Bhayangkara) ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu. Akhirnya pertempuran pun tak dapat dicegah. Pihak Linggabuana kewalahan menghadapi serangan Majapahit karena awak prajurit yang tak sebanding. Rombongan dari kerajaan Pajajaran pun akhirnya kalah.

Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati, bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Tindakan ini mungkin diikuti oleh segenap perempuan-perempuan Sunda yang masih tersisa, baik bangsawan ataupun abdi. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatriya, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

Hayam Wuruk menjadi sedih atas kematian Dyah Pithaloka. Setelah kejadian ini diberitakan bahwa hubungan antara Gajah Mada dan Hayam Wuruk menjadi retak. Mereka kerap bertengkar dan bermusuhan. Karena peristiwa ini juga permasalahan antara dua kerajaan terus berlangsung sampai sekarang. Jawa dan Sunda pun belum bisa kembali seperti semula. Makanya, ada anggapan jangan menikah antara Jawa dan Sunda, mungkin karena masih ada trauma sejarah yakni takut salah satu pihak akan dikecewakan.

Sumber : DISINI


Friday, September 5, 2014

Nasi Grombyang

Selamat malam!

Minggu ini saya akan membicarakan tentang makanan khas Indonesia. Mungkin makanan ini memang tidak terlalu terkenal, namun justru itu alasan terbesar saya untuk membahas makanan ini.

NASI GROMBYANG. Ada yang tau? Saya yakin hanya sedikit yang tahu. Ya, makanan ini berasal dari kota yang berada di Jawa Tengah. Kota ini adalaaaah Pemalang. Dua tahun lalu saya mencoba nasi grombyang untuk pertama kali di warung nasi grombyang Pak Warso di Pemalang. Warung ini dekat dengan alun-alun kota Pemalang. Tempat itu adalah tempat yang paling terkenal. Untuk rasa, jangan ditanya. Haha

Nasi grombyang adalah sejenis gulai dengan daging kerbau, namun kuahnya tidak kental. Hm, mungkin seperti soto rasa gulai. Oh iya, ternyata ‘grombyang’ berasal dari bahasa jawa yang artinya mengambang. Jadi nasi grombyang berarti nasi yang mengambang-ngambang di kuahnya. 

Untuk harga benar benar sangat terjangkau yaitu tidak sampai 20.000 satu porsinya.

Biasanya nasi grombyang disajikan dengan sate kerbau yang super empuk dan manis. Ini nih fotonya.



Patut dicoba deh. Apalagi kalau lagi mudik melewati jalur pantura. Hangat dan nikmat. Selamat mencoba! J