Sunday, November 30, 2014

Kematian Ade Irma Suryani

Sorreeee :)

Yaa, besok akan menjadi UAS pertama saya di kelas XI di MAN Insan Cendekia. Untuk itu, saya harus segera membayar posting saya di minggu ini.

Kali ini saya akan membahas mengenai Ade Irma Suryani. Tokoh ini adalah tokoh yang sangat menginspirasi di kehidupan saya ketika SD. Entah kenapa ketika SD, saya dan teman teman sepermainan saya selalu mengelu-elukan namanya Jujur kami kagum dan bangga kepadanya. Dan rasa kekaguman itu terus terbawa sampai sekarang.

Beliau adalah anak dari Abdul Harris Nasution. Ia adalah salah satu korban dari peristiwa G30SPKI. Oh iya, namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Pekanbaru, Riau. Beliau wafat di rumahnya, Jalan Teuku Umar no. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Sekarang tempat itu dijadikan musem AH Nasution. Jujur, posting saya kali ini membuat saya ingin mendatanginya pada liburan besok. Nanti kalo saya kesana, insyaAllah akan di post pada posting berikutnya :)

Sekarang saya akan menceritakan proses (halah-_-) kematian Ade Irma Suryani.

Pada 1 Oktober 1965, jam 03.45 AH Nasution terbangun karena mendengar kegaduhan di luar rumahnya. Pada saat itu, ia sedang tidur bersama istrinya dan Ade Irma. Ternyata, Pasukan Cakrabirawa telah menelusup masuk ke rumahnya, menuju kamar sang Jendral. Mereka berniat untuk membunuh AH Nasution. Mereka menggedor pintu kamar. Jendral dan istrinya telah melarikan diri, sementara anaknya diserahkan kepada adik dari istrinya dikamar sebelah.

Namun, Cakrabirawa menembakkan pelurunya di kamar tersebut, dan peluru tersebut mengenai Ade Irma. Adik istri Jendral, Mardiah, berkata "Pak, Ade tertembak!" Ade pun berkata, "Papa, Ade salah apa? Kenapa Ade ditembak?" Istri Jendral membopong Ade Irma yang bersimbah darah. Sementara AH Nasution melompat ke pagar samping rumahnya. Bu Nasution pun menelpon Komandan Garnisun Mayjen Umar Wirahadikusumah, namun sambungan telfon telah diputus. Lalu Bu Nas berkata, "Bapak tidak di rumah! Ia sedang berada di Bandung. Kalian ke sini hanya untuk membunuh anak kami, Ade!"

"Ade masih hidup?"
"Masih, Mama"
"Ade masih terus hidup?"
"Hidup terus, Mama"
"Ade masih kuat?"
"Masih, ma."

Begitulah percakapan antara Ade dan ibunya ketika ia berada pada gendongan ibunya. Pegangannya di leher sang Ibu semakin lama kian melemah dan membuat ibunya panik dan khawatir.

Akhirnya setelah keadaan mulai mereda (karena Pierre Tendean lah yang terbunuh---> bisa browsing sendiri), Ade Irma dibawa ke rumah sakit. Ketika ditanya, "Ade sakit?" ia menjawab, "sakit Ma, sakit perut." Ia pun dioperasi oleh Dr. Eri Sudewo. Setelah di operasi dia terus sadar, namun lama kelamaan ia terus melemah.

Ia sempat berkata, "Ade sayang Mama, Ade sayang Papa. Tapi, kenapa Ade ditembak? Salah Ade apa, Ma?"

Akhirnya setelah keadaannya semakin melemah, ia pun meninggal pada 6 Oktober 1965. Sebelumnya Ibunya sempat berkata, "Ade... Mama ikhlaskan Ade pergi." Ade pun meninggal pada pukul 02.00.

HUUUUUUUUUUUUUU :(((( Membaca dan mengingat cerita ini kembali membuat saya menangis. Sedih rasanya, saya tidak kuat untuk menuliskan lebih panjang apa kesimpulan dari cerita ini. Silahkan rumuskan sendiri.

Untuk Ade Irma Suryani, semoga tenang disana, aku sayang dan kagum denganmu. Engkau akan selamanya menjadi figur yang paling aku senangi.



Saturday, November 22, 2014

Pelajaran dari Kantin

Hai

Banyak hal-hal kecil di sekitar kita yang bisa dijadikan pelajaran bagi hidup kita. Terutama di Insan Cendekia. Bahkan hanya oleh sepasang sendok garpu.

Pelayanan kantin di MAN Insan Cendekia memang tidak terlalu memuaskan menurut saya. Ya, bahkan hampir setiap hari jika kami makan sedikit telat, yang ada hanyalah tumpukan garpu tanpa sendok. Kami sering makan dengan dua garpu, tanpa sendok. Atau meminjam bekas teman yang hanya dicuci dengan air tanpa sabun. It's the reality.Sering sekali kami merasa kurang nyaman. Kami merindukan sendok. Tapi mau bagaimana lagi? Kami menikmati kebersamaan itu.

Namun beberapa hari yang lalu, yang ada justru hanya setumpuk sendok tanpa garpu. Hanya senyuman tipis yang kami berikan, melihat kebiasaan yang tidak biasa. Biasa karena kami biasa makan dengan salah satu diantara keduanya. Tidak biasa karena kali ini justru sendoklah yang menumpuk ditempatnya.

Menu kali itu adalah ayam goreng dan sayur sop. Ketika sampai di meja makan, saya mencoba untuk memotong ayam itu hanya dengan satu buah sendok. Sedih, ayam itu sulit untuk dipotong. Dan, kali itu saya menyadari bahwa GARPU juga sangat penting. Dua makhluk yang seharusnya bersama, jika hanya ada satu saja tak akan terasa sempurna. Mereka berdua saling melengkapi. Dan seketika itu juga saya merindukan sesosok garpu. Sosok yang biasanya selalu ada, dan justru malah disayang-sayangkan keberadaannya karena kami sangat menunggu datangnya sendok. Ya, kadang justru keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang.

Pelajaran hari ini adalah

keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang. Jangan sia-siakan apapun yang ada di depanmu, apalagi meremehkannya dan seakan yakin bahwa hal itu sangat tidak penting untukmu.

Sampai ketemu lagi.

Salam,
Nabila-yanglagibijak \m/

Sunday, November 9, 2014

SIWAK?

Assalamualaikum wr.wb.

Haaai selamat malam untuk kesekian kalinya. Kali ini sepertinya di Insan Cendekia sedang marak membicarakan tentang suatu topik. BERSIWAK. Ya, topik ini dimulai ketika kurang lebih 2 hari yang lalu, Fathi (ketua angkatan Eisthera G) dan Hafidz maju ke mimbar masjid dan membicarakan mengenai keuntungan bersiwak. Mereka membicarakan bahwa Rasulullah selalu memulai sholatnya dengan bersiwak terlebih dahulu. Daaan, untuk mengembalikan citra keislaman di MAN Insan Cendekia yang disadari atau tidak telah sedikit banyak memudar, maka budaya bersiwak akan dilaksanakan di Insan Cendekia. Karena itu, saya jadi gencar browsing mengenai bersiwak itu. Gak gencar juga sih, mungkin agak terdengar berlebihan ehehe. Yaa jadi intinya saya mau sharing tentang bersiwak kepada kalian semua para pembaca, jadi siapa tau kalian jadi tertarik untuk bersiwak juga :)

Jadi ternyata siwak itu berasal dari akar dan daun  Salvadora persica. Sebenarnya semua dahan bisa digunakan untuk bersiwak, hal yang terpenting adalah batangnya lembut. Kalo tidak, nanti bisa merusak gusi dan email gigi. 

Nah, bersiwak ini ternyata hukumnya sunnah muakkad karena Rasulullah sering melaksanakan ibadah ini. Beliau biasanya bersiwak ketika hndak berwudhu atau sholat, ketika bangun tidur, ketika berbuka puasa,  ketika memasuki rumah, dan sebelum membaca al-Quran.

Oh iya, bersiwak juga ada banyak keutamaannya loh, ternyata Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Subhanallah, everybody should've realize how great Islam is. Memang sih, dari beberapa survey mengatakan bahwa pas pertama kali kita menggunakan siwak akan terasa seperti terbakar. Namun itu sebenarnya adalah substansi anti bacterial acid, Subhanallah.

Selain itu ada juga hadis tentang faedah bersiwak, ini salah satunya :

ركعتان بالسواك افضل من سبعين ركعة بلا سواك {رواه ابو نعيم}
Artinya : Dua rakaat shalat yang dikerjekan dengan bersiwak, lebih utama dari tujuh puluh rakaat yang dikerjakan tanpa bersiwak. – HR Abu Naim

عن عائشة رضى الله ان النبي صلى الله عليه وسلم قال : السواك مطهرللفم مرضاة للرب {رواه البيهقي والنسائى}
Artinya : Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersasbda “ bersiwak itu dapat membersihkan mulut dan menghasilkan keridhaan Allah “. – HR Baihaqi dan Nasa’

Weeeew, gimana? Jadi tertarik kah untuk mengikuti sunnah sunnah Rasulullah? Ayo semangat, jadilah agen muslim Indonesia yang terbaik! :)


Monday, November 3, 2014

Indonesia International Book Fair 2014

ASSALAMUALAIKUM!

Beberapa minggu ke belakang dan untuk beberapa minggu ke depan lagi banyak banget pameran loh! Ada Indocomtech 2014, ada Jakarta Fashion Week juga bagi para penikmat fashion. Dan ada satu lagi yang harus banget dikunjungi kayaknya. Ya, IIBF atau Indonesia International Book Fair 2014. Acara ini dibuka pada hari sabtu kemarin, yakni pada tanggal 1 November 2014. Fyi, saya kemarin sudah kesana loh dengan rangkaia perizinan yang Alhamdulillah tidak terlalu sulit ;)

Kali ini IIBF bertemakan Saudi Arabia. Ketika di depan pintu masuk, para pengunjung disajikan dengan kurma dan pin bendera Indonesia-Arab Saudi yang berdampingan. Di lantai 1 terdapat lukisan lukisan. Di lantai 2, terdapat banyak sejarah mengenai islam, ada pula mengenai bangunan-bangunan di Arab. Setelah itu barulah ada pameran yang sesungguhnya.

Ada stand dari Korea, Malaysia, dan negara-negara lainnya. Ada juga stand perpustakaan dari berbagai provinsi di Indonesia. Banyak juga stand dari toko-toko buku dan penerbit buku yang lain. Harganya beragam. Berkisar dari 5000 sampai ratusan ribu. Meskipun tidak banyak, tapi semua buku yang ada mendapatkan diskon minimal 10%.

Oh iya, saya mendapat boneka loh dari stand perpustakaan provinsi DKI Jakarta. Saya mendapat boneka itu dengan menjawab sebuah pertanyaan, "Sebutkan 3 makanan jajan khas DKI!" Lalu, saya dan teman saya menjawab pertanyaan itu dengan baik dan benar.

Pokoknya, tempat ini harus dikunjungi. Oh iya, ada satu yang lupa saya beritahu. Pameran ini terletak di Istora Gelora Bung Karno Senayan. Setelah mengunjungi IIBF, kita bisa juga sekalian mengunjungi pameran motor disana.

Ini pas pertama kali masuk gedung

Di stand perpustakaan DKI Jakarta

Di stand Korea. Dia bisa bahasa Indonesia sedikit haha

Bapak ini adalah yang bertanggung jawab dalam IIBF kali ini loh. Senang bisa foto dengan beliau

Look at their noses ;( Mancung

Yaaaaaaaa, itu dia foto-fotonya. Tertarik kan pastinya buat dateng. Segera dateng ya! Pameran ini masih lumayan lama kok, terakhir tanggal 9 November 2014. Selamat mengunjungi IIBF 2014! :)