Hai
Banyak hal-hal kecil di sekitar kita yang bisa dijadikan pelajaran bagi hidup kita. Terutama di Insan Cendekia. Bahkan hanya oleh sepasang sendok garpu.
Pelayanan kantin di MAN Insan Cendekia memang tidak terlalu memuaskan menurut saya. Ya, bahkan hampir setiap hari jika kami makan sedikit telat, yang ada hanyalah tumpukan garpu tanpa sendok. Kami sering makan dengan dua garpu, tanpa sendok. Atau meminjam bekas teman yang hanya dicuci dengan air tanpa sabun. It's the reality.Sering sekali kami merasa kurang nyaman. Kami merindukan sendok. Tapi mau bagaimana lagi? Kami menikmati kebersamaan itu.
Namun beberapa hari yang lalu, yang ada justru hanya setumpuk sendok tanpa garpu. Hanya senyuman tipis yang kami berikan, melihat kebiasaan yang tidak biasa. Biasa karena kami biasa makan dengan salah satu diantara keduanya. Tidak biasa karena kali ini justru sendoklah yang menumpuk ditempatnya.
Menu kali itu adalah ayam goreng dan sayur sop. Ketika sampai di meja makan, saya mencoba untuk memotong ayam itu hanya dengan satu buah sendok. Sedih, ayam itu sulit untuk dipotong. Dan, kali itu saya menyadari bahwa GARPU juga sangat penting. Dua makhluk yang seharusnya bersama, jika hanya ada satu saja tak akan terasa sempurna. Mereka berdua saling melengkapi. Dan seketika itu juga saya merindukan sesosok garpu. Sosok yang biasanya selalu ada, dan justru malah disayang-sayangkan keberadaannya karena kami sangat menunggu datangnya sendok. Ya, kadang justru keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang.
Pelajaran hari ini adalah
keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang. Jangan sia-siakan apapun yang ada di depanmu, apalagi meremehkannya dan seakan yakin bahwa hal itu sangat tidak penting untukmu.
Sampai ketemu lagi.
Salam,
Nabila-yanglagibijak \m/
No comments:
Post a Comment