Sorreeee :)
Yaa, besok akan menjadi UAS pertama saya di kelas XI di MAN Insan Cendekia. Untuk itu, saya harus segera membayar posting saya di minggu ini.
Kali ini saya akan membahas mengenai Ade Irma Suryani. Tokoh ini adalah tokoh yang sangat menginspirasi di kehidupan saya ketika SD. Entah kenapa ketika SD, saya dan teman teman sepermainan saya selalu mengelu-elukan namanya Jujur kami kagum dan bangga kepadanya. Dan rasa kekaguman itu terus terbawa sampai sekarang.
Beliau adalah anak dari Abdul Harris Nasution. Ia adalah salah satu korban dari peristiwa G30SPKI. Oh iya, namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Pekanbaru, Riau. Beliau wafat di rumahnya, Jalan Teuku Umar no. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Sekarang tempat itu dijadikan musem AH Nasution. Jujur, posting saya kali ini membuat saya ingin mendatanginya pada liburan besok. Nanti kalo saya kesana, insyaAllah akan di post pada posting berikutnya :)
Sekarang saya akan menceritakan proses (halah-_-) kematian Ade Irma Suryani.
Pada 1 Oktober 1965, jam 03.45 AH Nasution terbangun karena mendengar kegaduhan di luar rumahnya. Pada saat itu, ia sedang tidur bersama istrinya dan Ade Irma. Ternyata, Pasukan Cakrabirawa telah menelusup masuk ke rumahnya, menuju kamar sang Jendral. Mereka berniat untuk membunuh AH Nasution. Mereka menggedor pintu kamar. Jendral dan istrinya telah melarikan diri, sementara anaknya diserahkan kepada adik dari istrinya dikamar sebelah.
Namun, Cakrabirawa menembakkan pelurunya di kamar tersebut, dan peluru tersebut mengenai Ade Irma. Adik istri Jendral, Mardiah, berkata "Pak, Ade tertembak!" Ade pun berkata, "Papa, Ade salah apa? Kenapa Ade ditembak?" Istri Jendral membopong Ade Irma yang bersimbah darah. Sementara AH Nasution melompat ke pagar samping rumahnya. Bu Nasution pun menelpon Komandan Garnisun Mayjen Umar Wirahadikusumah, namun sambungan telfon telah diputus. Lalu Bu Nas berkata, "Bapak tidak di rumah! Ia sedang berada di Bandung. Kalian ke sini hanya untuk membunuh anak kami, Ade!"
"Ade masih hidup?"
"Masih, Mama"
"Ade masih terus hidup?"
"Hidup terus, Mama"
"Ade masih kuat?"
"Masih, ma."
Begitulah percakapan antara Ade dan ibunya ketika ia berada pada gendongan ibunya. Pegangannya di leher sang Ibu semakin lama kian melemah dan membuat ibunya panik dan khawatir.
Akhirnya setelah keadaan mulai mereda (karena Pierre Tendean lah yang terbunuh---> bisa browsing sendiri), Ade Irma dibawa ke rumah sakit. Ketika ditanya, "Ade sakit?" ia menjawab, "sakit Ma, sakit perut." Ia pun dioperasi oleh Dr. Eri Sudewo. Setelah di operasi dia terus sadar, namun lama kelamaan ia terus melemah.
Ia sempat berkata, "Ade sayang Mama, Ade sayang Papa. Tapi, kenapa Ade ditembak? Salah Ade apa, Ma?"
Akhirnya setelah keadaannya semakin melemah, ia pun meninggal pada 6 Oktober 1965. Sebelumnya Ibunya sempat berkata, "Ade... Mama ikhlaskan Ade pergi." Ade pun meninggal pada pukul 02.00.
HUUUUUUUUUUUUUU :(((( Membaca dan mengingat cerita ini kembali membuat saya menangis. Sedih rasanya, saya tidak kuat untuk menuliskan lebih panjang apa kesimpulan dari cerita ini. Silahkan rumuskan sendiri.
Untuk Ade Irma Suryani, semoga tenang disana, aku sayang dan kagum denganmu. Engkau akan selamanya menjadi figur yang paling aku senangi.
Nabpus Blog
Sunday, November 30, 2014
Saturday, November 22, 2014
Pelajaran dari Kantin
Hai
Banyak hal-hal kecil di sekitar kita yang bisa dijadikan pelajaran bagi hidup kita. Terutama di Insan Cendekia. Bahkan hanya oleh sepasang sendok garpu.
Pelayanan kantin di MAN Insan Cendekia memang tidak terlalu memuaskan menurut saya. Ya, bahkan hampir setiap hari jika kami makan sedikit telat, yang ada hanyalah tumpukan garpu tanpa sendok. Kami sering makan dengan dua garpu, tanpa sendok. Atau meminjam bekas teman yang hanya dicuci dengan air tanpa sabun. It's the reality.Sering sekali kami merasa kurang nyaman. Kami merindukan sendok. Tapi mau bagaimana lagi? Kami menikmati kebersamaan itu.
Namun beberapa hari yang lalu, yang ada justru hanya setumpuk sendok tanpa garpu. Hanya senyuman tipis yang kami berikan, melihat kebiasaan yang tidak biasa. Biasa karena kami biasa makan dengan salah satu diantara keduanya. Tidak biasa karena kali ini justru sendoklah yang menumpuk ditempatnya.
Menu kali itu adalah ayam goreng dan sayur sop. Ketika sampai di meja makan, saya mencoba untuk memotong ayam itu hanya dengan satu buah sendok. Sedih, ayam itu sulit untuk dipotong. Dan, kali itu saya menyadari bahwa GARPU juga sangat penting. Dua makhluk yang seharusnya bersama, jika hanya ada satu saja tak akan terasa sempurna. Mereka berdua saling melengkapi. Dan seketika itu juga saya merindukan sesosok garpu. Sosok yang biasanya selalu ada, dan justru malah disayang-sayangkan keberadaannya karena kami sangat menunggu datangnya sendok. Ya, kadang justru keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang.
Pelajaran hari ini adalah
keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang. Jangan sia-siakan apapun yang ada di depanmu, apalagi meremehkannya dan seakan yakin bahwa hal itu sangat tidak penting untukmu.
Sampai ketemu lagi.
Salam,
Nabila-yanglagibijak \m/
Banyak hal-hal kecil di sekitar kita yang bisa dijadikan pelajaran bagi hidup kita. Terutama di Insan Cendekia. Bahkan hanya oleh sepasang sendok garpu.
Pelayanan kantin di MAN Insan Cendekia memang tidak terlalu memuaskan menurut saya. Ya, bahkan hampir setiap hari jika kami makan sedikit telat, yang ada hanyalah tumpukan garpu tanpa sendok. Kami sering makan dengan dua garpu, tanpa sendok. Atau meminjam bekas teman yang hanya dicuci dengan air tanpa sabun. It's the reality.Sering sekali kami merasa kurang nyaman. Kami merindukan sendok. Tapi mau bagaimana lagi? Kami menikmati kebersamaan itu.
Namun beberapa hari yang lalu, yang ada justru hanya setumpuk sendok tanpa garpu. Hanya senyuman tipis yang kami berikan, melihat kebiasaan yang tidak biasa. Biasa karena kami biasa makan dengan salah satu diantara keduanya. Tidak biasa karena kali ini justru sendoklah yang menumpuk ditempatnya.
Menu kali itu adalah ayam goreng dan sayur sop. Ketika sampai di meja makan, saya mencoba untuk memotong ayam itu hanya dengan satu buah sendok. Sedih, ayam itu sulit untuk dipotong. Dan, kali itu saya menyadari bahwa GARPU juga sangat penting. Dua makhluk yang seharusnya bersama, jika hanya ada satu saja tak akan terasa sempurna. Mereka berdua saling melengkapi. Dan seketika itu juga saya merindukan sesosok garpu. Sosok yang biasanya selalu ada, dan justru malah disayang-sayangkan keberadaannya karena kami sangat menunggu datangnya sendok. Ya, kadang justru keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang.
Pelajaran hari ini adalah
keberadaan sesuatu baru terasa ketika ia sudah menghilang. Jangan sia-siakan apapun yang ada di depanmu, apalagi meremehkannya dan seakan yakin bahwa hal itu sangat tidak penting untukmu.
Sampai ketemu lagi.
Salam,
Nabila-yanglagibijak \m/
Sunday, November 9, 2014
SIWAK?
Assalamualaikum wr.wb.
Haaai
selamat malam untuk kesekian kalinya. Kali ini sepertinya di Insan Cendekia
sedang marak membicarakan tentang suatu topik. BERSIWAK. Ya, topik ini dimulai
ketika kurang lebih 2 hari yang lalu, Fathi (ketua angkatan Eisthera G) dan
Hafidz maju ke mimbar masjid dan membicarakan mengenai keuntungan bersiwak.
Mereka membicarakan bahwa Rasulullah selalu memulai sholatnya dengan bersiwak
terlebih dahulu. Daaan, untuk mengembalikan citra keislaman di MAN Insan
Cendekia yang disadari atau tidak telah sedikit banyak memudar, maka budaya
bersiwak akan dilaksanakan di Insan Cendekia. Karena itu, saya jadi gencar
browsing mengenai bersiwak itu. Gak gencar juga sih, mungkin agak terdengar
berlebihan ehehe. Yaa jadi intinya saya mau sharing tentang bersiwak kepada kalian
semua para pembaca, jadi siapa tau kalian jadi tertarik untuk bersiwak juga :)
Jadi
ternyata siwak itu berasal dari akar dan daun Salvadora persica. Sebenarnya semua dahan bisa
digunakan untuk bersiwak, hal yang terpenting adalah batangnya lembut. Kalo
tidak, nanti bisa merusak gusi dan email gigi.
Nah, bersiwak ini ternyata hukumnya sunnah muakkad karena
Rasulullah sering melaksanakan ibadah ini. Beliau biasanya bersiwak ketika
hndak berwudhu atau sholat, ketika bangun tidur, ketika berbuka puasa,
ketika memasuki rumah, dan sebelum membaca al-Quran.
Oh iya, bersiwak juga ada banyak keutamaannya loh,
ternyata Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate,
Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan
beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan
menyehatkan gigi dan gusi. Subhanallah, everybody should've realize how great
Islam is. Memang sih, dari beberapa survey mengatakan bahwa pas pertama kali
kita menggunakan siwak akan terasa seperti terbakar. Namun itu sebenarnya
adalah substansi anti bacterial acid, Subhanallah.
Selain itu ada juga hadis tentang faedah bersiwak, ini salah
satunya :
ركعتان بالسواك افضل من سبعين ركعة بلا سواك {رواه ابو نعيم}
Artinya : Dua rakaat shalat yang dikerjekan dengan bersiwak,
lebih utama dari tujuh puluh rakaat yang dikerjakan tanpa bersiwak. – HR Abu
Naim
عن عائشة رضى الله ان النبي صلى الله عليه وسلم قال : السواك
مطهرللفم مرضاة للرب {رواه البيهقي والنسائى}
Artinya : Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersasbda “
bersiwak itu dapat membersihkan mulut dan menghasilkan keridhaan Allah “. – HR
Baihaqi dan Nasa’
Weeeew, gimana? Jadi tertarik kah untuk mengikuti sunnah sunnah
Rasulullah? Ayo semangat, jadilah agen muslim Indonesia yang terbaik! :)
Monday, November 3, 2014
Indonesia International Book Fair 2014
ASSALAMUALAIKUM!
Beberapa minggu ke belakang dan untuk beberapa minggu ke depan lagi banyak banget pameran loh! Ada Indocomtech 2014, ada Jakarta Fashion Week juga bagi para penikmat fashion. Dan ada satu lagi yang harus banget dikunjungi kayaknya. Ya, IIBF atau Indonesia International Book Fair 2014. Acara ini dibuka pada hari sabtu kemarin, yakni pada tanggal 1 November 2014. Fyi, saya kemarin sudah kesana loh dengan rangkaia perizinan yang Alhamdulillah tidak terlalu sulit ;)
Kali ini IIBF bertemakan Saudi Arabia. Ketika di depan pintu masuk, para pengunjung disajikan dengan kurma dan pin bendera Indonesia-Arab Saudi yang berdampingan. Di lantai 1 terdapat lukisan lukisan. Di lantai 2, terdapat banyak sejarah mengenai islam, ada pula mengenai bangunan-bangunan di Arab. Setelah itu barulah ada pameran yang sesungguhnya.
Ada stand dari Korea, Malaysia, dan negara-negara lainnya. Ada juga stand perpustakaan dari berbagai provinsi di Indonesia. Banyak juga stand dari toko-toko buku dan penerbit buku yang lain. Harganya beragam. Berkisar dari 5000 sampai ratusan ribu. Meskipun tidak banyak, tapi semua buku yang ada mendapatkan diskon minimal 10%.
Oh iya, saya mendapat boneka loh dari stand perpustakaan provinsi DKI Jakarta. Saya mendapat boneka itu dengan menjawab sebuah pertanyaan, "Sebutkan 3 makanan jajan khas DKI!" Lalu, saya dan teman saya menjawab pertanyaan itu dengan baik dan benar.
Pokoknya, tempat ini harus dikunjungi. Oh iya, ada satu yang lupa saya beritahu. Pameran ini terletak di Istora Gelora Bung Karno Senayan. Setelah mengunjungi IIBF, kita bisa juga sekalian mengunjungi pameran motor disana.
Yaaaaaaaa, itu dia foto-fotonya. Tertarik kan pastinya buat dateng. Segera dateng ya! Pameran ini masih lumayan lama kok, terakhir tanggal 9 November 2014. Selamat mengunjungi IIBF 2014! :)
Beberapa minggu ke belakang dan untuk beberapa minggu ke depan lagi banyak banget pameran loh! Ada Indocomtech 2014, ada Jakarta Fashion Week juga bagi para penikmat fashion. Dan ada satu lagi yang harus banget dikunjungi kayaknya. Ya, IIBF atau Indonesia International Book Fair 2014. Acara ini dibuka pada hari sabtu kemarin, yakni pada tanggal 1 November 2014. Fyi, saya kemarin sudah kesana loh dengan rangkaia perizinan yang Alhamdulillah tidak terlalu sulit ;)
Kali ini IIBF bertemakan Saudi Arabia. Ketika di depan pintu masuk, para pengunjung disajikan dengan kurma dan pin bendera Indonesia-Arab Saudi yang berdampingan. Di lantai 1 terdapat lukisan lukisan. Di lantai 2, terdapat banyak sejarah mengenai islam, ada pula mengenai bangunan-bangunan di Arab. Setelah itu barulah ada pameran yang sesungguhnya.
Ada stand dari Korea, Malaysia, dan negara-negara lainnya. Ada juga stand perpustakaan dari berbagai provinsi di Indonesia. Banyak juga stand dari toko-toko buku dan penerbit buku yang lain. Harganya beragam. Berkisar dari 5000 sampai ratusan ribu. Meskipun tidak banyak, tapi semua buku yang ada mendapatkan diskon minimal 10%.
Oh iya, saya mendapat boneka loh dari stand perpustakaan provinsi DKI Jakarta. Saya mendapat boneka itu dengan menjawab sebuah pertanyaan, "Sebutkan 3 makanan jajan khas DKI!" Lalu, saya dan teman saya menjawab pertanyaan itu dengan baik dan benar.
Pokoknya, tempat ini harus dikunjungi. Oh iya, ada satu yang lupa saya beritahu. Pameran ini terletak di Istora Gelora Bung Karno Senayan. Setelah mengunjungi IIBF, kita bisa juga sekalian mengunjungi pameran motor disana.
Ini pas pertama kali masuk gedung |
Di stand perpustakaan DKI Jakarta |
Di stand Korea. Dia bisa bahasa Indonesia sedikit haha |
Bapak ini adalah yang bertanggung jawab dalam IIBF kali ini loh. Senang bisa foto dengan beliau |
Look at their noses ;( Mancung |
Yaaaaaaaa, itu dia foto-fotonya. Tertarik kan pastinya buat dateng. Segera dateng ya! Pameran ini masih lumayan lama kok, terakhir tanggal 9 November 2014. Selamat mengunjungi IIBF 2014! :)
Sunday, October 26, 2014
Modus Anomali
Heyhooooooooooo
Malam ini akan berbeda dari malam-malam lain. Saya akan menuliskan review mengenai satu film yang cukup terkenal di Indonesia. Mungkin mayoritas orang sudah pernah menonton film ini, tapi tidak ada salahnya bukan me-review film ini kembali? Yaaa film ini adalah MODUS ANOMALI! Jreng jreng jreng
Malam ini akan berbeda dari malam-malam lain. Saya akan menuliskan review mengenai satu film yang cukup terkenal di Indonesia. Mungkin mayoritas orang sudah pernah menonton film ini, tapi tidak ada salahnya bukan me-review film ini kembali? Yaaa film ini adalah MODUS ANOMALI! Jreng jreng jreng
Judul Film : Modus Anomali
Sutradara : Joko Anwar
Produser : Sheila Timothy
Pemain : Rio Dewanto
Hannah
Al Rashid Marsha Timothy Surya
Saputra
Rumah
Produksi : Lifelike Pictures
Durasi Film : 86 menit
Tahun
Produksi : 2012
Biaya
Produksi : 4 Milyar
Rupiah
Seorang laki-laki ingin menyelamatkan keluarganya ketika
sedang berlibur di hutan. Ia menemukan istrinya meninggal terbunuh di dalam
sebuah kabin. Ia berusaha mencari anggota keluarganya meski ia juga dikejar
oleh pembunuh misterius di hutan. Laki-laki itu menemukan jam beberapa kali
dengan bunyi alarmnya ketika mencari anak-anaknya. Kejadian-kejadian aneh pun
terus terjadi.
Di bagian hutan yang lain, ada keluarga dengan dua orang
anak laki-laki yang juga sedang berlibur di suatu kabin. Suasana terasa sangat
hangat sampai hadir seseorang yang mengaku sebagai tetangga mereka yang justru
malah membunuh ayah di keluarga mereka. Ada satu sosok misterius yang sama di
dua keadaan ini. Ialah yang menjadi inti dari film ini.
Film ini adalah garapan sutradara terkenal Joko Anwar. Beliau
jugalah yang menjadi penulis skenario dari film ini. Film ini adalah film
keempatnya setelah sebelumnya menyelesaikan Janji
Joni (2005), Kala (2007), dan Pintu Terlarang (2009). Ia sudah belasan
tahun berkutat di dunia perfilman. Tak sedikit juga penghargaan yang berhasil
diraihnya, salah satunya yaitu filmnya mendapatkan penghargaan
tertinggi sebagai film terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.
Jalan cerita dari film ini memang terlihat biasa saja,
namun amat sulit ditebak. Hal itulah yang memancing rasa penasaran saya sebagai
penonton. Penonton akan dibuat untuk berfikir lebih keras mengenai rangkaian
adegan yang dilakukan oleh Rio Dewanto. Ketika di tengah film, beberapa orang
akan berkata, “sepertinya saya telah salah memilih tontonan,” namun di akhir
cerita dijamin penonton akan berdecak kagum dengan seluruh rangkaian adegan di
film ini.
Selain itu, juru kamera bisa mengkondisikan dengan amat baik
bagaimana penonton agar juga ikut terlibat dalam film tersebut. Ketika pemeran
utama, John, sedang berlarian di tengah hutan, penonton juga dibawa seperti
sedang ikut berlari bersamanya. Begitu pula dengan lokasi yang dipilih. Meski
hanya hutan biasa, lebatnya pohon-pohon di hutan membuat suasana mencekam
semakin terasa.
Rio Dewanto bisa memerankan peran John Evans dengan amat
baik. Segala apa yang ia lakukan, apa yang ia pikirkan, bisa tertata dengan baik
di layar penonton. Kombinasi dari efek suara juga menambah imajinasi penonton
dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Meskipun efek suara telah berhasil
menghipnotis para penonton, ada beberapa efek yang sedikit mengecewakan. Salah
satunya adalah ketika pemeran utama yang telah kelelahan memuntahkan isi
perutnya. Adegan muntah tersebut terlihat kurang natural.
Ada satu hal yang unik dalam film Indonesia yang satu
ini, yaitu seluruh percakapannya menggunakan bahasa Inggris. Ini adalah hal
yang jarang terjadi namun berdampak baik bagi perfilman Indonesia agar dapat
dikenal dengan lebih baik di kancah internasional. Selain itu, hal ini juga
bisa melatih para penonton Indonesia agar lebih mahir berbahasa asing dengan
menonton film-film Indonesia, bukan hanya dengan menonton film-film asing.
Film ini cocok untuk ditonton oleh remaja dan dewasa karena
beberapa adegan banyak memperlihatkan kekerasan dan penuh darah sehingga kurang
baik jika ditonton oleh anak-anak. Selain itu juga karena menonton film ini butuh
pemikiran yang cukup dewasa untuk sampai kepada maksud cerita.
Wuhuuu keren banget kan. Bangga Indonesia bisa memproduksi film sebaik ini. Fyi, ini memang copas tapi copas dari tugas Bahasa Indonesia yang saya buat sendiri. Hehe. Jadi bagi yang belum nonton, film ini ekstra recommended deh buat ditonton. Enjoy!
Wednesday, October 22, 2014
Kebijakan Gubernur Jendral Hindia Be-Lan-Da II
Selamat Malam!
Terima
kasih sudah menunggu untuk lanjutan dari post saya tentang kebijakan para
pemimpin kolonial di Indonesia. Sebenarnya ada cerita di balik pembagian post
materi ini ke dalam dua bagian.
MAU TAUUU?
Datangi saja saya dan
tanya mengapa. Pasti akan saya ceritakan sepanjang-panjangnya dan
selebar-lebarnya. :)
YAAAA lanjut.
Kemarin, sudah diketahui bahwa pada masa Van Den Bosch-lah diadakannya sistem
tanam paksa. Apakah itu sistem tanam paksa?
Jadi pada waktu itu
terjadi krisis di negri Belanda, dan Belanda terancam bangkrut. Nah, jadi salah
satu caranya adalah dengan memberdayakan negri jajahannya alias ngeri kita
tercinta ini. Rakyat jajahannya dipaksa untuk menanam tumbuhan-tumbuhan yang
nantinya akan laku dijual di pasar internasional. Nah inilah aturan-aturannya :
1) Penduduk desa yang punya tanah diminta
menyediakan seperlima dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran
dunia.
2) Tanah yang disediakan bebas dari pajak.
3) Hasil tanaman itu harus diserahkan kepada pemerintah Belanda. Apabila harganya melebihi pembayaran pajak maka kelebihannya akan dikembalikan kepada petani.
4) Waktu untuk menanam tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi.
5) Kegagalan panenan menjadi tanggung jawab pemerintah.
6) Wajib tanam dapat diganti dengan penyerahan tenaga untuk dipekerjakan di pengangkutan, perkebunan, atau di pabrik-pabrik selama 66 hari.
7) Penggarapan tanaman di bawah pengawasan langsung oleh kepala-kepala pribumi, sedangkan pihak Belanda bertindak sebagai pengawas secara umum.
2) Tanah yang disediakan bebas dari pajak.
3) Hasil tanaman itu harus diserahkan kepada pemerintah Belanda. Apabila harganya melebihi pembayaran pajak maka kelebihannya akan dikembalikan kepada petani.
4) Waktu untuk menanam tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi.
5) Kegagalan panenan menjadi tanggung jawab pemerintah.
6) Wajib tanam dapat diganti dengan penyerahan tenaga untuk dipekerjakan di pengangkutan, perkebunan, atau di pabrik-pabrik selama 66 hari.
7) Penggarapan tanaman di bawah pengawasan langsung oleh kepala-kepala pribumi, sedangkan pihak Belanda bertindak sebagai pengawas secara umum.
Terlihat tidak terlalu memberatkan bukan? Namun, pelaksanaannya tidak
sesederhana itu. Banyak sekali penyelewengan yang amat merugikan pribumi.
1) Tanah yang disediakan melebihi 1/5, yakni 1/3 bahkan 1/2, malah ada seluruhnya, karena seluruh desa dianggap subur untuk tanaman wajib.
2) Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani.
3) Tenaga kerja yang semestinya dibayar oleh pemerinah tidak dibayar.
4) Waktu yang dibutuhkan tenyata melebihi waktu penanaman padi.
5) Perkerjaan di perkebunan atau di pabrik, ternyata lebih berat daripada di sawah.
6) Kelebihan hasil yang seharusnya dikembalikan kepada petani, ternyata tidak dikembalikan.
1) Tanah yang disediakan melebihi 1/5, yakni 1/3 bahkan 1/2, malah ada seluruhnya, karena seluruh desa dianggap subur untuk tanaman wajib.
2) Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani.
3) Tenaga kerja yang semestinya dibayar oleh pemerinah tidak dibayar.
4) Waktu yang dibutuhkan tenyata melebihi waktu penanaman padi.
5) Perkerjaan di perkebunan atau di pabrik, ternyata lebih berat daripada di sawah.
6) Kelebihan hasil yang seharusnya dikembalikan kepada petani, ternyata tidak dikembalikan.
Jelas saja semua ini merugikan rakyat. Sawah jadi terbengkalai karena para
pekerja dipaksa bekerja rodi, sehingga menurunkan pemasukkan. Selain itu juga
timbul wabah penyakit dan kelaparan dimana-mana. Untungnya, setelah kurang
lebih 30 tahun, sistem tanam paksa berangsur-angsur menghilang.
WIII seram juga ya. Tak terbayang bagaimana perasaan nenek moyang kita pada
masa itu. Lelah fisik dan juga hati Bersyukurlah kita yang lahir di jaman yang
merdeka ini. Semoga
Pada tahun 1811,
Thomas Stamford Raffles menjadi gubernur jendral di pulau Jawa. Apa yang ia lakukan sangatlah jauh lebih
baik dari kebijakan-kebijakan sebelumnya. Beliau meintroduksi otonomi terbatas, menghentikan perdagangan budah, mereformasi sistem pertahanan pemerintah kolonial Belanda, menyelidiki flora dan fauna Indonesia, meneliti peninggalan-peninggalan kuno seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Sastra Jawa serta banyak hal lainnya. Ia belajar sendiri bahasa Melayu dan meneliti dokumen-dokumen sejarah Melayu yang mengilhami pencariannya akan Borobudur. Hasil penelitiannya di pulau Jawa ia tuliskan pada sebuah buku berjudul History of Java, yang menceritakan mengenai sejarah pulau Jawa.
Oh iya, beliau jugalah yang mendirikan Kebun Raya Bogor yang baru saja saya dan
teman-teman saya kunjungi siang tadi hehe :)
Selain itu di bidang birokrasi dan pemerintahan, beliau juga membagi pulau Jawa
menjadi 18 karesidenan, mengubah sistem pemerintahan menjadi sistem
pemerintahan kolonial bercorak barat, dan menjadikan pengadilan sebagai sistem
juri. Di bidang perekonomian Petani
diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor, sedang pemerintah hanya
berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor yang
paling menguntungkan. Penghapusan kerja rodi (kerja paksa) dan penghapusan
perbudakan juga menjadi kebijakannya pada masa itu, tetapi dalam praktiknya ia
melanggar undang-undangnya sendiri dengan melakukan kegiatan sejenis
perbudakan.
Sekian post saya kali ini. Ditunggu ya post selanjutnya. Selamat Malam!
Tuesday, October 21, 2014
Kebijakan Gubernur Jendral Hindia Be-Lan-Da I
SELAMAT PAGI MENUJU SIANG!
Bisa dibilang sekarang sudah siang karena kurang lebih 10 menit lagi sudah adzan dzuhur. Sekarang, tema post saya adalah tentang kebijakan pemimpin-pemimpin penjajahan di Indonesia. Dari seabrek pemimpin Belanda, saya hanya akan membahas mengenai kebijakan Daendels, Van Den Bosch, dan Thomas Stamford Raffles.
Daendels? Mungkin semua orang tau, meski hanya pernah mendengar namanya. Sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, Daendels telah berkali-kali masuk ke dalam buku pelajaran yang selalu kita baca. Ya, dia adalah salah satu pemimpin Belanda yang terkenal cukup keras. Ketika VOC hancur, pemerintahan Belanda di Indonesia mulai melemah. Maka, Napoleon mengangkat Daendels sebagai gubernur jendral di Indonesia, yang tugas utamanya adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Nah, karena itu beliau membuat berbagai kebijakan. Kebijakan yang menurut saya bukanlah sesuatu yang bijak. Tak bijak karena amat merugikan beberapa pihak. Ini dia "kebijakan" yang dibuat pada masa pemerintahannya.
I.) Bidang Birokrasi Pemerintahan
1. Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislatif pendamping gubernur jenderal dibubarkan dan diganti dengan Dewan Penasihat. Salah seorang penasihatnya yang cakap ialah Mr. Muntinghe.
2. Pulau Jawa dibagi menjadi 9 prefektuur dan 31 kabupaten. Setiap prefektuurdikepalai oleh seorang residen (prefek) yang langsung di bawah pemerintahan Wali Negara. Setiap residen membawahi beberapa bupati.
3. Para bupati dijadikan pegawai pemerintah Belanda dan diberi pangkat sesuai dengan ketentuan kepegawaian pemerintah Belanda. Mereka mendapat penghasilan dari tanah dan tenaga sesuai dengan hukum adat.
II.) Bidang Hukum dan Peradilan
1. Dalam bidang hukum, Daendels membentuk 3 jenis pengadilan.
* Pengadilan untuk orang Eropa.
* Pengadilan untuk orang pribumi.
* Pengadilan untuk orang Timur Asing.
2. Koruptor di bantai tanpa memandang bulu
III.) Bidang Militer dan Pertahanan
1. Membangun jalan antara Anyer-Panarukan, baik sebagai lalu lintas pertahanan maupun perekonomian.
2. Menambah jumlah pasukan dalam angkatan perang dari 3000 orang menjadi 20.000 orang.
3. Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang. Hal itu dilakukan karena beliau tidak dapat mengharapkan lagi bantuan dari Eropa akibat blokade Inggris di lautan.
4. Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.
IV.) Bidang Ekonomi dan Keuangan
1. Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkaer) dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.
2. Mengeluarkan uang kertas.
3. Memperbaiki gaji pegawai.
4. Pajak in natura (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (Verplichte Leverantie) yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan, bahkan ditingkatkan.
5. Mengadakan monopoli perdagangan beras.
6. Mengadakan Prianger Stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspoer (seperti kopi)
V.) Bidang Sosial
1. Rakyat dipaksa melakukan kerja paksa (rodi) untuk membangun jalan Anyer-Panarukan.
2. Perbudakkan dibiarkan berkembang.
3. Menghapus upacara penghormatan kepada residen, sunan, atau sultan.
4. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos.
Bisa dibaca, mayoritas dari "kebijakan" yang dibuat oleh Daendels hanya mengutungkan pihak Belanda. "Kebijakan" itu amat menyegsarakan masyarakat Indonesia. Selain itu ada lagi gubernur jendral Belanda yang sempat menduduki wilayah Indonesia, yaitu Van Den Bosch.
Ia adalah gubernur Hindia Belanda yang ke-43. Salah satu kebijakannya yang paling terkenal adalah sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa digunakan untuk membantu pemerintah Belanda melunasi hutang-hutan mereka.
Penasara dengan kebijakan dari Van Den Bosch yang lain? Tunggu lebih lanjut ya! :) Di hari kamis besok.
Subscribe to:
Posts (Atom)